Prioritas dalam makan bakso
Nov 09
Dari sekian banyak pilihan makanan, malam ini pilihan jatuh pada bakso. Bukan karena ikut-ikutan Obama, tapi karena saya hanya pengen makan malam yang ringan tapi cukup mengenyangkan. (bakso ? ringan ?? no kidding ..)
Masih jam 6 sore tapi saya sudah stand by di salah satu gerai bakso yang cabangnya ada beberapa di Jakarta, salah satunya di mall karawaci. Yak, saya pengen makan bakso, tapi ngga pengen kringetan. Jadilah pilihannya di tempat ngebakso yang ada AC nya.
Beberapa pilihan menu seperti kuah bakso, bakso saja, sampai special campur nampaknya cukup menggoda. Pilihan saya akhirnya special campur lengkap dengan mie dan bihun. Alasannya simple, saya pengen nyobain semua biarpun cuma sedikit-sedikit.
Dan sebelum tulisan saya berlanjut menjadi review kuliner, demikian juga dengan prioritas keuangan. Sekian banyak kebutuhan, semuanya harus dipenuhi. Tidak semudah pesan bakso yang kalau tidak mau pakai mie, tinggal pesan bakso saja. Dengan pemasukan yang terbatas, harus dipilih yang mana harus dipenuhi terlebih dahulu, dan berapa banyak alokasi untuk kebutuhan tersebut.
Cara makan bakso juga sedikit banyak bisa menjadi contoh perilaku kita terhadap kebutuhan keuangan kita. Saya yakin hampir tidak ada yang mulai makan bakso dari kuahnya dihabiskan dahulu. Demikian juga jarang yang makan mie dahulu dan bakso belakangan, apalagi sampai sambelnya yang terakhir. Mayoritas kita akan makan bakso belakangan sebagai gong, demi untuk mencapai kepuasan maksimal.
Prioritas kebutuhan keuangan kita secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah have to, need to, dan yang ketiga adalah want to. Prioritas pemenuhannya pun berdasarkan urutan yang sudah disebutkan diatas.
Have to adalah kelompok kebutuhan yang wajib dipenuhi setiap bulannya. Apabila tidak dipenuhi akan mendatangkan masalah. Termasuk dalam kelompok ini adalah segala bentuk cicilan kita baik untuk rumah, mobil (yang sudah terlanjur punya), kartu kredit, asuransi dan tabungan.
Need to adalah kelompok kebutuhan yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari seperti biaya transportasi untuk kerja, makan dan berbagai kebutuhan primer (dan sekunder untuk sebagian orang) lainya. Kelompok need to juga harus dipenuhi, namun dalam jumlah besarnya dan pemenuhannya masih bersifat fleksibel dan bisa di kompromi.
Terakhir adalah kelompok want to. Kelompok ini murni berdasarkan keinginan kita. Smartphone terbaru, jalan-jalan, punya mobil padahal transportasi gampang, semua kebutuhan ini lebih bersifat untuk pemenuhan kenyamanan kita dan kita pun kemungkinan besar tidak akan mendapatkan masalah juga kebutuhan ini tidak terpenuhi sekarang.
Betul bahwa kelompok want to yang paling bisa dinikmati karena orientasinya adalah pemenuhan keinginan. Tapi dalam skala prioritas pemenuhan kelompok want to adalah yang terakhir. Seperti saat kita makan bakso pun, makanlah bakso (bagian paling enak) paling terakhir. Jarang mie/bihun dimakan terakhir karena dari rasa bakso lebih enak dan kita ingin cita rasa bakso menempel sampai kita pulang. Selain itu kalau memang pengen makan mie tentu kita akan beli bakmie ayam atau bakmie goreng dan bukan bakso.
Identifikasi lah kebutuhan-kebutuhan keuangan kita setiap bulannya. Kemudian tentukan skala prioritas seperti saat kita makan bakso. Mudah-mudahan dengan demikian kita bisa mencapai kepuasan maksimal dalam menjalani kehidupan kita sehari-harinya.



